Bromo

Sebagian besar orang mungkin sudah mengenal objek wisata Bromo. Gunung Bromo berada di dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Berdasarkan informasi dari wikipedia, Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Penduduk di wilayah ini sebagian besar merupakan suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. 

Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.


Pengunjung Bromo utamanya ingin menyaksikan matahari terbit (sunrise) yang indah selain itu juga untuk naik ke Gunung Bromo, Bukit Teletubbies dan juga hamparan padang pasir yang sering disebut pasir berbisik. Karena alamnya tersebut, wilayah bromo ini sangar inspiring terutama untuk hunting foto. Penulis sendiri sudah tiga kali ke Bromo dan tidak bosan.

Menunggu Sunrise

Waktu yang baik untuk ke bromo adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Juni - Oktober. Saat musim kemarau ini, pemandangannya sangat indah, yaitu sunrise dan juga negeri diatas awan, yaitu, hamparan padang pasir yang diselimuti kabut.

Untuk melihat sunrise, pengunjung menggunakan Jeep menuju pananjakan. Perjalanan sekitar 30-45 menit untuk sampai ke puncak pananjakan. Perjalanan menuju Penanjakan bisa dimulai pukul 3 dini hari. Kemudian kita akan berjalan kaki beberapa ratus meter menuju tempat melihat sunrise. Di sekitar lokasi tersebut banyak terdapat warung-warung sehingga bagi yang lapar dapat memesan mie instant ataupun sekedar menghangatkan diri dengan minum kopi atau teh. Pada saat musim liburan biasanya pengunjung sangat ramai, sehingga cukup sulit untuk mendapatkan tempat yang strategis untuk memfoto. Di puncak pananjakan terdapat mushola kecil untuk melakukan sholat subuh. Udara disini saat musim kemarau sangat dingin, terutama karena terpaan angin yang menusuk. Oleh karena itu disarankan memakai sepatu, jaket tebal/baju hangat, kupluk, sarung tangan. Selain itu disarankan juga untuk membawa senter kecil.



Pintu Masuk Pananjakan View Point

Udara di wilayah Bromo ini sangat bersih dan sedikit polusi serta intereferensi cahaya, sehingga bila langit cerah akan tampak ribuan bintang termasuk gugusan galaksi bima sakti yang sangat indah.

Milky Way Terlihat Jelas dari Pananjakan

Pukul 5 pagi semburat sinar matahari terbit mulai terlihat yang memancarkan cahaya kekuningan. Seketika itu juga, pengunjung merangsek berebutan tempat strategis untuk mengabadikan sunrise tersebut. Bila melihat kearah Gunung Bromo maka akan terlihat gugusan gunung, yang terdiri dar Gunung Batok, Bromo dan Semeru yang paling menjulang tinggi. Pada pukul 6 pagi, biasanya Gunung Semeru akan mengepulkan asap ke langit. Seiring cahaya yang berangsur-angsur semakin terang, maka bila beruntung kita seperti berada di negeri di atas awan. Pengalaman tiga kali ke Bromo, kunjungan pertama dan ketiga mendapatkan negeri diatas awan, namun saat kunjungan ke dua tidak, karena saat musim penghujan.

Setelah matahari semakin tinggi, sekitar pukul 6.30-7.00 pengunjung mulai meninggalkan lokasi Pananjakan dan kembali menaiki Jeep menuju padang Gunung Bromo, atau ke Bukit Teletubbies ataupun ke pasir berbisik. Umumnya pengunjung akan berhenti di hamparan padang pasir dekat kaki Bromo kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki ataupun naik kuda ke kaki Gunung Bromo kemudian menaiki tangga sampai ke kawah. Di lokasi hamparan padang pasir ini, akan parkir puluhan jeep yang sangat bagus untuk di foto.


Gunung Bromo diapit oleh Gunung Batok (Depan) dan Semeru (Belakang)

Gunung Batok di Latar Belakang

Jeep






Bromo dan Sekitar 

Banyak jasa penyewaan kuda yang menawarkan ke pengunjung. Saat musim liburan biasanya tarifnya sebesar 125 ribu pergi pulang. Sedangkan saat bukan musim liburan bisa mendapat tarif yang lebih murah yaitu sekitar 75 ribu. Kuda tersebut akan mengantar kita sampai tangga naik ke Kawah Bromo dan menunggu kita sampai turun. Sangat disarankan untuk memakai masker terutama saat musim kemarau karena banyaknya pasir yang beterbangan. Naik tangga ke Kawah Bromo cukup melelahkan oleh karena itu jangan lupa membawa air minum.

Tangga ke Kawah Bromo


Jasa Penyewaan Kuda

Setelah puas di kawah Bromo, perjalanan di lanjutkan ke Bukit Teletubbies. Dinamakan bukit teletubbies karena bentuk bukit nya hijau dikelilingi padang rumput yang menghijau seperti di film anak-anak Teletubbies. Kemudian dari bukit teletubbies ini kita dapat melanjutkan ke padang pasir yang dikenal dengan pasir berbisik karena pernah dipakai untuk syuting film Pasir Berbisik. Terakhir ke Bromo, penulis mengalami badai pasir di pasir berbisik ini. Sehingga pemakaian masker dan kacamata hitam sangat disarankan. Begitulah kombinasi yang indah di Bromo, pegunungan, pasir, savana, campuran warna abu-abu padang pasir, hijau padang rumput dan biru nya langit.



 Bukit Teletubbies


 Pasir Berbisik





Bila ingin menginap di Bromo penginapan murah yang cukup direkomendasikan adalah Yoschi Hotel. Di hotel tersebut dapat menyewa kamar ataupun bungalow dengan harga yang bersahabat. Bagi yang tidak menginap juga dapat menumpang mandi di hotel tersebut dengan biaya 15 ribu per orang.



Yoschi Hotel

Tips ke Bromo
1.    Jaket tebal/Baju Hangat;
2.    Kupluk;
3.    Masker;
4.    Kaca mata hitam;
5.    Sarung Tangan;
6.    Sendal gunung/Sepatu dan kaos kaki;
7.    Kamera pocker/SLR/mirrorless, Tripod;
8.    Air minum;
9.   Sajadah kecil/koran untuk sholat subuh (Sebaiknya wudhu terlebih dahulu di penginapan, atau pun  sebelum menuju pananjakan);
10.  Senter kecil;

How to get there:
1.   Naik pesawat/kereta api ke surabaya kemudian melanjutkan perjalanan ke Bromo. Bila tidak ingin menginap di Bromo dapat mencari penerbangan tengah malam sehinga dari Surabaya langsung menuju Bromo.
2.   Naik pesawat/kereta Api ke Malang kemudian rental mobil ke Bromo.  Pada tahun 2008     
      pernah rental mobil L300 dari Malang dengan tarif Rp500 ribu dan bisa naik ke       
      Pananjakan. Berangkat dari malang jam 1 dini hari dan sampai pintu masuk Pananjakan 
      jam 3 dini hari;

No comments:

Post a Comment