Kawah Ijen

Ijen merupakan bagian dari komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah Ijen dan dataran tingginya. Lokasi kawah Ijen terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Atraksi utama di sini adalah kawah ijen yang berwarna biru serta api biru yang fenomenal. Selain itu kita juga dapat menyaksikan para penambang belerang tradisional. Danau kawah ijen masuk dalam wilayah  Taman Wisata Alam Kawah Ijen seluas 92 Ha. Fenomena api biru di Kawah Ijen dapat disaksikan pada malam hari. Oleh karena disarankan untuk mendaki pada sekitar pukul 01.00 dinihari.

Gunung Ijen merupakan gunung berapi yang masih aktif. Saat kunjungan ini pada 31 Mei 2014, kondisinya adalah waspada. Oleh karena itu pendakian  baru dibolehkan pada pukul 03.00 dini hari. Sehingga, waktu untuk melihat api biru sangat terbatas dan akhirnya tidak kesampaian melihat api biru karena saat sampai di kawah sudah terang. Saat mendaki ke Ijen di bulan Mei 2014 bertepatan dengan musim kemarau, oleh karena itu udara sangat dingin dan kering. Sangat disarankan memakai sepatu atau sendal gunung memakai kaos kaki. Selain itu, perlengkapan  yang harus di bawa adalah kupluk, sarung tangan, jaket, masker dan air minum.   

Pendakian ke kawah ijen dimulai dari Pos Paltuding (1.850 dpl). Pendakian menempuh jarak 3 Km dan kawah Ijen tersebut berada pada ketinggian 2.386 m di atas permukaan laut (dpl). Jalur trekking ke kawah ijen hampir seluruhnya konstan menanjak kecuali mendekati kawah setelah pos bundar yang agak landai. Jalur trekking hampir seluruhnya tanpa undakan sehingga saat turun cukup licin dan yang juga dapat menyebabkan sedikit berlari kecil. Waktu yang di tempuh untuk mencapai kawah Ijen antara 1.5 jam - 3 jam, dengan rata-rata waktu 2 jam. Setelah sampai di bibir kawah Ijen, kita dapat turun ke kawah. Untuk turun ke kawah ini harus diperhatikan mengenai asap belerang. Jalur turun ke kawah ini cukup terjal sehingga harus ekstra hati-hati. Begitu pula saat naik ke bibir kawah kembali cukup menguras energi.


 




 Jalur Pendakian ke Kawah Ijen




Kawah Ijen

Saat hari telah terang, ketika turun dari puncak, kita disuguhkan pemandangan indah di sekitar kawah Ijen.Kita dapat melihat Gunung Raung. Di belakang kawah ijen merupakan Gunung Merapi Banyuwangi.





Suasana Di Sekitar Pegunungan Ijen


Bagi yang ingin menginap di sekitar kawah Ijen dapat menginap di penginapan PTPN XII Jampit yang merupakan daerah perkebunan Kopi. Bila menginap dari sini, maka berangkat dari penginapan sekitar jam 1.30 dini hari dan sampai di parkiran kawasan kawah ijen sekitar pukul 2.30 dini hari. Alternatif penginapan lain adalah di dekat parkiran kawah ijen. Di tempat tersebut terdapat beberapa penginapan ber cat hijau. Saat berkunjung ke sana pada 31 Mei 2014 juga sedang di bangun penginapan baru di kawasan tersebut. 



Penginapan PTPN XII


Penginapan di Kaki Kawah Ijen



Kawasan Parkir Kawah Ijen




Penambang Belerang



Pondok Bunder

Saat kita trekking menuju kawah atau pun turun, akan banyak berpapasan dengan penambang belerang. Penambang belerang merupakan pekerja keras dalam arti sesungguhnya. Memanggul beban belerang dengan beban +- 80 kg. Setiap hari mereka melakukan 2 kali pengambilan belerang yang biasanya di mulai pada pukul 11-12 malam sampai pagi hari. Bagi yang berkunjung ke sini, bisa membawa rokok kretek untuk diberikan kepada mereka, karena mereka biasanya tidak mau rokok putih seperti marlboro. Bisa juga kita bersedekah kepada mereka dengan memberikan uang sekedarnya. Beberapa penambang belerang ada juga yang menawarkan kerajinan dari belerang.


No comments:

Post a Comment