Belitung Part I

Pulau Belitung merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung. Pulau ini semakin terkenal sejak film Laskar Pelangi. Pantai yang biru dengan batuan yang besar, pasir putih dan tambang timah merupakan ciri khas pulau ini. Sementara itu sejak adanya film laskar pelangi, objek wisata yang terkait film tersebut juga semakin menarik wisatawan.



Bandara Belitung, H.A.S. Hanandjoeddin dapat didarati oleh pesawat Boeing 737-800.Saat ini cukup banyak maskapai yang melayani rute Jakarta - Tanjung Pandan Belitung termasuk Garuda Indonesia. Bila akan mendarat kita dapat melihat kontur daratan Pulau Belitung yang banyak terdapat galian tambang timah. Di pusat kota belitung terdapat Tugu Batu Satam  berwarna hitam yang merupakan icon dari belitung.Batu ini terbentuk dari hasil proses alam atas reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun lalu.  



Belitung Aerial View & Bandara H.A.S. Hanandjoeddin

Tugu Batu Satam

Lokasi syuting Film Laskar Pelangi merupakan salah satu objek wisata yang populer untuk didatangi. Beberapa diantaranya adalah SD Muhammadiyah. Selain SD yang asli terdapat juga replika dari SD ini. Saat ini biasanya wisatawan dibawa ke SD replika nya. Beruntung penulis pernah menyambangi SD yang asli saat pertama kali ke sana pada tahun 2010. Lokasi SD Muhammadiyah yang asli maupun yang replika terletak di Belitung Timur, Kecamatan Gantong. Perjalanan dari pusat kota ditempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan. Jalanan relatif mulus namun saat kesana bulan Mei 2015 beberapa titik jalan sedang dalam perbaikan. 


SD Asli Muhammadiyah Laskar Pelangi

Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi


Setelah mengunjungi SD Laskar Pelangi jangan lewatkan berkunjung ke Museum Kata Anrea Hirata sang penulis Laskar Pelangi. Di museum tersebut banyak terdapat lukisan maupun karya sastra yang sangat bagus untuk hunting foto.

Museum Kata

Di museum kata terdapat warung Kopi Kuli khas belitung yang sangat enak. Di tempat kopi kuli bergaya vintage tersebut banyak terdapat ornamen vintage yang sangat bagus untuk di foto. Tempat memasak air untuk menyeduh kopi masih tradisional menggunakan tungku arang yang menambah keunikan bila minum kopi disini. 



Suasana Kopi Kuli di Museum Kata









No comments:

Post a Comment